Gubernur Papua, Lukas Enembe di Yogyakarta. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)
Gubernur Papua, Lukas Enembe di Yogyakarta. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Kasus Korupsi Lukas Enembe, KPK Diminta Tegas tapi Terukur

Sri Utami • 20 September 2022 23:03
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta bertindak tegas tapi tetap berhitung dampak keamanan, politik, dan penegakan hukum. Khususnya, dalam penanganan kasus korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.
 
"Saya sudah bicara KPK katanya tidak akan melakukan panggil paksa. Tapi KPK harus menghitung kalkulasi dampak keamanan, politik, dan penegakan hukumnya. Orang sekitar dia yang dianggap mengetahui juga turut dipanggil," kata anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan saat dihubungi, Jakarta, Selasa, 20 September 2022.
 
Dia menilai pemanggilan terhadap Lukas tetap harus dilakukan. Sebab, selain memertanggungjawabkan harta yang dimilikinya, pemanggilan untuk memperlihatkan ke publik jika Lukas tak patuh hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di samping tetap memanggil Lukas agar publik paham Gubernurnya tidak patuh hukum," tegas dia.
 
Di sisi lain, dia khawatir kasus yang berlarut berpengaruh terhadap semangat proses hukum yang sedang dilakukan. "Tidak bisa dipungkiri bahwa ini berkejaran waktu. Karena kaitannya dengan semangat yang bisa berubah belum lagi anggaran yang terkuras," tegas dia.
 

Baca: KPK Kantongi Nama 'Penyetor' Uang Lukas Enembe ke Kasino Luar Negeri


KPK menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka korupsi. KPK membantah penetapan tersangka Lukas Enembe sebagai bentuk kriminalisasi.
 
"Kami sudah memiliki cukup alat bukti, kami sudah melakukan klarifikasi dengan beberapa saksi dan kami juga mendapatkan dokumen-dokumen yang membuat kami meyakini bahwa cukup alat bukti untuk menetapkan tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 14 September 2022.
 
Alex mengatakan KPK menerima banyak pengaduan dari masyarakat terkait dugaan korupsi di Papua. Aduan bukan hanya datang sekali terhadap KPK.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif