Pengungkapan kasus hoaks untuk provokasi penarikan dana besar-besaran dari Bank Bukopin, Bank Mayapada, dan BTN. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Pengungkapan kasus hoaks untuk provokasi penarikan dana besar-besaran dari Bank Bukopin, Bank Mayapada, dan BTN. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Dua Provokator Penarikan Uang di Tiga Bank Ditangkap

Nasional Perbankan hoax
Siti Yona Hukmana • 03 Juli 2020 16:47
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap dua provokator penarikan uang di Bank Bukopin, Mayapada, dan BTN. Dua pelaku berinisial AY dan IS.
 
"Pelaku mengunggah pesan hoaks yang mengacu kepada krisis moneter pada 1998," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Kasus ini terungkap dari laporan terkait provokasi penarikan dana di sejumlah bank. Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda pada Kamis, 2 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"AY kita tangkap di Jakarta Timur pukul 06.30 WIB, kemudian IS di Malang pukul 17.30 WIB. Keduanya laki-laki," ujar Slamet.
 
Kedua tersangka tidak saling kenal. Kedua pelaku juga tidak memiliki rekening pada tiga bank tersebut.
 
Provokasi dilakukan karena alasan iseng. Kedua pelaku mengaku tak mengetahui persis kondisi perbankan.
 
"Sehingga berita tersebut masuk dalam kategori hoaks," ucap dia.
 
Slamet berharap masyarakat tak mudah percaya dengan informasi yang tersebar di media sosial. Masyarakat diminta mengecek keakuratan informasi tersebut sebelum melakukan penarikan uang.
 
"Check and recheck, dan berpikir dulu sebelum melakukan," ucap dia.
 
Kedua tersangka telah ditahan. AY dijerat Pasal 14 ayat (1) dan atau Pasal 14 ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. AY terancam hukuman 10 tahun penjara.
 
Sementara itu, tersangka IS dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008. Dia juga dijerat Pasal 14 ayat (1) dan atau (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia juga dikenakan Pasal 14 ayat (1) dan atauPasal 14 ayat (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. IS terancam hukuman empat tahun penjara.

OJK pastikan aman

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam Lumban Tobing, memastikan kondisi ketiga bank tersebut tidak krisis. Dia menyebut pesan provokatif kedua pelaku itu hoaks.
 
"Kondisi permodalan dan kas perbankan pada data Mei 2020 masih dalam kondisi stabil," kata Tongam.
 
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan penarikan dana besar-besaran karena terhasut kedua pelaku. Dia juga mengimbau masyarakat melakukan transaksi keuangan melalui bank secara digital dan tidak mendatangi secara berkerumun untuk menekan penyebaran covid-19.
 
"Ketenangan masyarakat memang perlu kita bangun dan dengan tertangkapnya pelaku ini kami mengharapkan masyarakat tetap tenang untuk menyimpan dananya di perbankan," ungkap dia.
 

(SUR)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif