Buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra. MI/Soleh
Buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra. MI/Soleh

Kewarganegaraan Djoko Tjandra Tak Jelas

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Kautsar Widya Prabowo • 15 Juli 2020 09:42
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan buron kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra, tidak memiliki kewarganegaraan yang jelas. Burhanuddin tidak tahu pasti status warga negara buronan kasus korupsi kelas kakap itu.
 
"Sekarang WN mana Djoko Tjandra kita juga enggak tahu," ujar Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Pernyataan Burhanuddin merujuk pada masalah kartu tanda penduduk (KTP) milik Djoko yang belakangan muncul. KTP Djoko Tjandra diproses walau dia sempat kabur dari Indonesia saat ditetapkan sebagai buron. Djoko Tjandra juga hilang dari Indonesia selama belasan tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nyatanya KTP-nya malah lagi diproses," tuturnya.
 
Djoko Tjandra diinformasikan telah mendapatkan KTP dari Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. KTP tersebut digunakan untuk mendaftarkan sidang peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
 
Baca: Djoko Tjandra Disebut Dapat Surat Jalan dari Sebuah Instansi
 
Djoko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Kejaksaan pernah menahan Djoko pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000.
 
Tapi, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatannya dinilai kasus perdata. Kejaksaan mengajukan PK terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung pada Oktober 2008.
 
Majelis hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan kewajiban Rp15 juta untuk Djojo. Uang milik Djoko di Bank Bali Rp546,166 miliar dirampas negara. Imigrasi juga mencegah Djoko.
 
Djoko kabur dari Indonesia ke Port Moresby, Papua Nugini, pada 10 Juni 2009, sehari sebelum MA mengeluarkan putusan perkara. Kejaksaan kemudian menetapkan Djoko sebagai buronan.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif