Saksi Akui Siapkan Penyamaran untuk Eddy Sindoro

Fachri Audhia Hafiez 06 Desember 2018 22:36 WIB
suap di ma
Saksi Akui Siapkan Penyamaran untuk Eddy Sindoro
Sidang pemeriksaan saksi Dwi Hendro Wibowo alias Bowo, pegawai PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) untuk terdakwa Lucas. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Dwi Hendro Wibowo alias Bowo, pegawai PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengaku diminta menyiapkan sebuah kacamata hitam untuk Chairman PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro. Permintaan itu atas perintah Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya.

"Diperintah Ibu Dina untuk menyiapkan kacamata," kata Bowo saat bersaksi untuk terdakwa Lucas yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Tak hanya kacamata, Dina juga meminta Staff Customer Service Gapura M Ridwan untuk menyiapkan sebuah topi. Bowo mengaku tidak mengetahui maksud permintaan Dina itu.


"Saya enggak tahu (maksudnya apa) mungkin untuk penyamaran Eddy Sindoro," ujar Bowo.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mempertanyakan sebagai petugas bandara seharusnya Bowo dengan nalarnya bisa tahu maksud pemberian kedua barang itu. "Mungkin penyamaran (Eddy) untuk publik," lanjut Bowo.

Nama Bowo disebut dalam dakwaan terdakwa dugaan merintangi penyidikan KPK, Lucas. Bowo mendapat SGD33 ribu sebagai imbalan dan biaya operasional untuk pelarian Eddy Sindoro dari penyidik KPK.

Dalam persidangan, Dina sebelumnya juga mengakui dirinya turut membantu pelarian Eddy Sindoro. Ia meminta tolong kepada Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati.

Kepada Yulia, Dina meminta agar membantu upaya Eddy untuk terbang ke Bangkok tanpa diketahui petugas imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Yulia menerima uang Rp20 juta dari Lucas, karena telah membantu upaya pelarian Eddy Sindoro.

Baca: Nama Riza Chalid Muncul di Sidang Lucas

Dalam perkara ini, Lucas diduga membantu Eddy Sindoro yang sedang diburu ketika melarikan diri serta menyembunyikan mantan petinggi Lippo Group tersebut keluar nege‎ri. Terlebih, saat Eddy Sindoro akan ditangkap oleh pihak otoritas Malaysia.

Eddy Sindoro sendiri sempat dideportasi ke Indonesia oleh otoritas Malaysia. Namun, Lucas diduga justru membantu Eddy untuk keluar dari Indonesia lagi.

Lucas disangka melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id