Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman bergegas meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (14/8/2018). Foto: Antara/Galih Pradipta
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman bergegas meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (14/8/2018). Foto: Antara/Galih Pradipta

Wali Kota Tasikmalaya Tersangka Suap DAK

Nasional kasus suap
Juven Martua Sitompul • 26 April 2019 15:43
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penetapan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebagai tersangka kasus suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Tasikmalaya. Budi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup.
 
"KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan tersangka BBD (Budi Budiman), Wali Kota Tasikmalaya periode 2012-2017 dan 2017-2022," kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.
 
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat Anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo, serta dua pihak swasta Eka Kamaluddin dan Ahmad Ghiast. Empat orang ini telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ihwal suap ini terjadi pada awal 2017, Budi diduga bertemu Yaya untuk membahas alokasi DAK Kota Tasikmalaya. Dalam pertemuan itu, Yaya diduga menawarkan bantuan untuk pengurusan alokasi DAK. Budi bersedia memberikan fee jika Yaya Purnomo membantunya mendapatkan alokasi DAK.
 
Pada Mei 2017, Budi mengajukan usulan DAK Kota Tasikmalaya untuk 2018 kepada Kementerian Keuangan. Budi kembali bertemu Yaya di Kementerian Keuangan dan memberikan uang sebesar Rp200 juta pada Juli 2017.
 
"Sekitar dua bulan kemudian, yakni pada Oktober 2017, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2018, Kota Tasikmalaya diputuskan mendapat alokasi DAK dengan total Rp124,38 miliar," kata Febri.
 
Pada 3 April 2018, Budi kembali memberikan uang Rp200 juta kepada Yaya. Pemberian tersebut diduga masih berkaitan dengan pengurusan DAK untuk Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.
 
"Tersangka BBD (Budi) diduga memberi uang total sebesar Rp400 juta terkait dengan pengurusan DAK untuk Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan," kata Febri.
 
Budi disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif