Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Ramyadjie Priambodo Terancam 5 Tahun Bui

Nasional pencurian
Siti Yona Hukmana • 21 Maret 2019 07:53
Jakarta: Kerabat jauh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ramyadjie Priambodo (RP), terancam hukuman penjara. Dia diduga melakukan tindak pidana skimming atau pembobolan ATM.
 
"Hukuman penjara di atas lima tahun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.
 
Argo mengatakan, Ramyadjie dikenakan pasal berlapis. Pasal 362 KUHP dan/atau pasal 30 juncto Pasal 46 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 81 UU Nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana dan atau pasal 3, 4, 5 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasal itu maksudnya dugaan tindak pidana pencurian dan atau mengakses sistem milik orang lain dan atau transfer dana dan atau tindak pidana pencucian uang yang terjadi pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019," ujar Argo.
 
Baca juga:Ramyadjie Bobol ATM Menyamar Sebagai Perempuan
 
Dalam aksi skimming ini, Ramyadjie membawa satu mesin ATM ke apartemennya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Menurut Argo, mesin ATM itu didapati dari seorang temannya.
 
Namun, polisi belum mengantongi identitas teman Ramyadjie tersebut. Sebab, Ramyadjie belum memberikan informasi.
 
Selain itu, untuk menyukseskan pencurian uang di ATM, ia melakukan pencurian data nasabah. Data nasabah didapatinya melalui black market atau pasar ilegal di sebuah komunitas daring. Ada dua kartu putih yang berisi data nasabah ditemukan di apartemen Ramyadjie.
 
Ramyadjie diketahui telah 91 kali melakukan aksi kriminal ini. Polisi juga menyita uang Rp300 juta di apartemennya.
 
Hasil uang pembobolan ATM ini dibelanjakan Ramyadjie untuk membeli Bitcoin atau uang elektronik. Metode jual beli pembayaran Bitcoin dilakukan melalui virtual currency Bitcoin.
 
Namun, polisi belum mengetahui jumlah Bitcoin atau uang elektronik yang sudah dibeli Ramyadjie. Polisi masih menelusuri hal itu.
 
Baca juga:Ramyadjie Priambodo Simpan Mesin ATM Sejak 2018
 
Sebelumnya, polisi menerima laporan tindak pidana skimming pada 11 Februari 2019. Polisi bekerja cepat dan menangkap Ramyadjie pada 26 Februari 2019.
 
"Sudah ditahan sejak 26 Februari 2019 sampai sekarang," imbuh Argo.
 
Argo menyebut Ramyadjie melakukan aksinya seorang diri. Polisi belum menemukan pelaku lain. "Hanya RP," ujar Argo

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif