Pekan Depan, Polisi Periksa Saksi Terkait Habib Smith
Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (tengah). Foto: MI/ Palupi
Jakarta: Bareskrim telah menerima laporan terhadap Habib Bahar Bin Smith terkait video ceramah yang menghina Presiden Joko Widodo. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Bigjen Dedi Prasetyo mengatakan minggu depan akan melakukan pemeriksaan saksi ahli.

"Minggu depan tim akan memeriksa saksi ahli dalam rangka memperkuat kontruksi hukum pidana berupa ujaran kebencian yang dilakukan Habib Bahar dan diviralkan di media sosial," ujar Dedi di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 30 November 2018.

Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut laporan yang akan dibawahi oleh tim Direktorat Siber Bareskrim Polri yang telah dibentuk. Selain itu, gelar perkara untuk menentukan kontruksi hukumnya pun telah dilakukan. 


Saksi ahli yang akan diperiksa, kata Dedi, ialah saksi ahli hukum pidana. "Saksi ahli hukum pidana, ITE sambil mencari alat bukti pendukung," tutur dia.

Selain itu, Polri juga akan memeriksa pelapor terkait dengan detil pelaporan tersebut. Barang bukti yang terkumpul hingga saat ini ialah video ceramah Habib Bahar Smith yang telah viral.

Habib Smith dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).

"Ancaman hukumannya beragam. Untuk Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 itu dua tahun. Undang-undang ITE enam tahun. Kalau Pasal KUHP lain ada ancamannnya," pungkasnya.

Sebelumnya, terkait video ceramah yang viralkan di sosial media itu, Habib Smith dipolisikan oleh dua kelompok. Keduanya ialah Sekjen Jokowi Mania Laode Kamarudin dan Muannas Alaidid dari Cyber Indonesia. Hingga saat ini, terlapor belum memberikan tanggapannya.




(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id