Korupsi Marak Karena Pengawasan Melemah
Sudirman Said. (Medcom.id/Faisal)
Jakarta: Pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) Sudirman Said menyebut, korupsi marak terjadi lantaran pengawasan lemah. Dia mengkritik pemerintahan saat ini, yang dianggap belum berhasil menanggulangi korupsi. 

"Saya katakan sekarang ini sedang ada kecenderungan pelamahan sistem kontrol dan keseimbangan, check and balance," kata Sudirman di acara diskusi 'Perspektif Indonesia: Masih Bisakah Berantas Korupsi?' di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Desember 2018. 

Sudirman mengatakan, masih maraknya praktik korupsi dibuktikan dengan memburuknya indeks persepsi korupsi Indonesia. Selain itu, selama 15 tahun terakhir ada sekitar 600 pejabat negara yang berkasus korupsi. 


"Dari 600 pejabat publik yang terkena urusan korupsi, 302 di antaranya terjadi selama empat tahun terakhir. Suatu tren yang menyedihkan," tuturnya. 

Lebih lanjut, dia mengatakan tanggungjawab pemberantasan korupsi bukan hanya pada penegak hukum maupun partai politik. Seluruh elemen bangsa memiliki tanggungjawab memberantas praktik rasuah hingga ke akar-akarnya. 

"Mudah-mudahan ini bisa kita jadikan pekerjaan rumah bersama. Siapapun yang nanti memerintah, ini bukan tanggung jawab partai saja, tapi tanggung jawab negara bangsa. Kalau kita dengar dari sejarawan kita, institusi apapun yang mengalami pelemahan karena korupsi terancam bangkrut. Ini sesuatu yang harus kita jadikan perhatian," ujarnya. 



(LDS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id