Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. DOK Istimewa
Sugi Nur Raharja atau Gus Nur. DOK Istimewa

Sebut NU Ugal-ugalan, Gus Nur Mengaku Peduli

Nasional nahdlatul ulama ujaran kebencian
Siti Yona Hukmana • 27 Oktober 2020 17:46
Jakarta: Tersangka kasus ujaran kebencian pada Nahdlatul Ulama (NU), Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, mengaku tak ada keinginan menghina NU. Gus Nur mengaku ingin NU lebih baik.
 
"Yang bersangkutan menyampaikan unggahan di YouTube bukti nyata yang bersangkutan peduli terhadap NU," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Awi menyebut dalam pemeriksaan Gus Nur merasa NU telah berubah. Karena itu, dalam video Gus Nur menyebut Nahdlatul Ulama ugal-ugalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang bersangkutan merasakan NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda," ujar jenderal bintang satu itu.
 
Polisi telah memeriksa empat saksi ahli dalam kasus ini, yakni, dua saksi ahli pidana dan dua ahli bahasa. Polisi juga segera memeriksa ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE). Pemeriksaan saksi ahli ITE usai pengecekan video di digital forensik rampung.
 
(Baca: Polri Tegaskan Penangkapan Gus Nur Sesuai Prosedur)
 
Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka terkait ujaran kebencian pada NU. Dia ditangkap lantaran telah menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) serta penghinaan.
 
Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu, 21 Oktober 2020. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim.
 
Gus Nur disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor (UU) 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310, 311 dan 207 KUHP.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif