Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

ICW Sentil Permintaan Luhut Agar KPK Tak Berlebihan Usut Edhy Prabowo

Nasional kpk OTT KPK Edhy Prabowo
Fachri Audhia Hafiez • 30 November 2020 14:53
Jakarta: Pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan disorot Indonesia Corruption Watch (ICW). Luhut diminta menjelaskan maksud permintaannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berlebihan mengusut Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo.
 
"Lebih baik jika yang bersangkutan dapat menjelaskan perihal dan maksud pernyataan tersebut atau mungkin mencontohkan penanganan perkara yang berlebihan itu seperti apa?" kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Senin, 30 November 2020.
 
Kurnia meminta agar semua pihak menghormati proses hukum Edhy yang tengah berlangsung di KPK. Dia berharap agar tidak ada upaya intervensi terhadap kasus yang dihadapi Edhy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Segala upaya intervensi, baik langsung maupun tidak langsung, memiliki konsekuensi hukum tersendiri, yakni Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait dengan obstruction of justice," ujar Kurnia.
 
Baca: Edhy Prabowo Tak Defensif, Bukti KPK Tak Tebang Pilih
 
Sebelumnya, Luhut meminta KPK memproses sesuai aturan yang berlaku dan tidak berlebihan. Dia menilai Menteri Edhy sosok yang baik.
 
"Kita menyayangkan peristiwa ini dan saya tahu Pak Edhy sebenarnya orang baik. Dan saya senang beliau langsung ambil alih tanggung jawab sebagai seorang kesatria. Dan itu harus kita hormati. Tidak semua orang jelek, banyak orang yang baik kok," kata Luhut dalam keterangan resmi, Sabtu, 28 November 2020.
 
Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK Rabu, 25 November 2020 dini hari. Dia tersandung kasus dugaan korupsi terkait dengan perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya.
 
Edhy telah menyatakan mundur dari Menteri KP dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Pengunduran dirinya itu dibarengi dengan permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai dia ditangkap KPK.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif