Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez.
Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez.

Anak Eks Pejabat DJP Bantah Jadi Pengedar Narkoba

Nasional KPK pencucian uang Kasus Suap korupsi pajak Pengadilan
Fachri Audhia Hafiez • 10 Mei 2022 19:28
Jakarta: Anak kandung mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wawan Ridwan, Muhammad Farsha Kautsar, membantah disebut sebagai pengedar narkoba. Ini terungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) KPK membacakan BAP Farsha untuk mengungkap aliran uang terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pada BAP tersebut juga mengungkap modal bisnis yang diperoleh Farsha.
 
"Saya memperoleh modal dari menyisihkan sebagian uang bulanan yang diberikan oleh ayah saya, Wawan Ridwan, sebagian dari Rp5 juta sampai Rp7 juta per bulan," kata JPU KPK saat membacakan BAP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada BAP juga dijelaskan bahwa Farsha mendapat modal ketika masuk ke klub malam Boshe di Yogyakarta. Setelah keterangan tersebut, muncul kalimat bahwa Farsha sebagai pengedar narkoba.
 
"Sewaktu di Yogyakarta saya masuk ke dunia malam, menjadi pengedar atau penyalur bisnis narkoba dari saudara Pedro yang selalu berada di klub malam Bosche. Dari sini lah saya memperoleh keuntungan yang saya gunakan untuk memodali usaha saya di atas," ujar jaksa.
 
Baca: Siwi Widi Mengaku Terima Rp647,85 Juta dari Anak Eks Pejabat DJP
 
Farsha membantah keterangan dalam BAP yang dia tandatangani tersebut. Menurut dia, penyidik tidak menerjemahkan sesuai dengan maksud perkataannya.
 
"Tapi penyidik menyampaikan oh ini penjual, ini pengedar ini. Saya berkali kali saya pastikan. Lalu penyidik menyampaikan enggak apa-apa ditulis seperti ini saja," ujar Farsha.
 
Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri juga mempertegas itu kepada Farsha. Dia tetap menjawab dengan jawaban senada.
 
Fahzal juga mengingatkan agar memperdalam keterangan sumber uang terkait dengan perkara TPPU yang menjerat Wawan. Diduga, terdapat juga aliran uang tersebut ke anak Wawan.
 
"Ya sudah tapi disini tendensi, tekanan bukan ke saudara penjual yang dimaksud sumber uang dari mana," jelas Fahzal.
 
Pada perkara ini Wawan bersama dengan eks pejabat DJP Alfred Simanjuntak didakwa menerima suap total SGD1.212.500 atau senilai Rp12,9 miliar. Keduanya kecipratan fulus setelah merekayasa hasil penghitungan tiga wajib pajak. Keduanya masing-masing menerima SGD606,250 (sekitar Rp6,4 miliar).
 
Keduanya juga didakwa menerima gratifikasi masing-masing Rp2,4 miliar. Fulus itu diterima dari sembilan wajib pajak.
 
Sedangkan, Wawan juga didakwa dua pasal terkait TPPU. Dia menyamarkan harta kekayaannya itu dengan mentransfer uang ke sejumlah orang.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif