Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal

Kejagung-Polri Segera Gelar Perkara Kasus Korupsi ASABRI

Nasional polri kasus korupsi kejaksaan agung ASABRI
Siti Yona Hukmana • 14 Januari 2021 07:28
Jakarta: Penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI terus bergulir. Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri terus berkoordinasi untuk menyelidiki kasus rasuah di perusahaan yang mengelola uang asuransi TNI-Polri tersebut.
 
"Setelah itu untuk secepatnya akan melakukan gelar perkara," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Ramadhan belum bicara banyak terkait perkembangan penyidikan. Tersangka dalam kasus ini pun belum ditetapkan. Penetapan tersangka bisa dilakukan usai gelar perkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengatakan calon tersangka dalam kasus ASABRI merupakan dua tersangka utama di kasus Jiwasraya yang juga pihak swasta. Dia meyakini pengusutan kasus ASABRI bakal lebih mudah.
 
Baca: Dugaan Keterlibatan Terdakwa Jiwasraya di Kasus ASABRI Diselisik
 
Kejagung telah mengantongi taksiran kerugian negara dalam dugaan korupsi ASABRI. Kerugian negara itu dihitung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
"Kerugian negaranya Rp17 miliar, lebih sedikit dari Jiwasraya. Kami akan cari lagi aset (terduga pelaku) lainnya, karena tidak mungkin menyita yang sudah di Jiwasraya," kata Burhanuddin, Selasa, 22 Desember 2020.
 
Sebelumnya, ada tiga laporan yang masuk ke Polri terkait kasus dugaan korupsi di PT ASABRI. Laporan pertama teregistrasi dengan nomor LP:A077/II/2020 Dittipideksus pada 7 Februari 2020. Sejak laporan itu dibuat polisi telah melakukan penyelidikan dan naik ke penyidikan.
 
Laporan kedua teregistrasi dengan nomor LP:A0175/III/ Bareskrim pada 24 Maret 2020. Laporan itu juga sudah naik ke tahap penyidikan sejak 22 April 2020.
 
Laporan ketiga dibuat di Polda Metro Jaya (PMJ) dengan nomor registrasi LP:63/I/25/2020 SPKT PMJ pada 15 Januari 2020. Kasus naik penyidikan pada 15 Februari 2020.
 
Penyidikan kasus rasuah ini dilakukan oleh Polri dan Kejagung. Bukan tim gabungan, melainkan dua instansi tersebut memiliki tim masing-masing.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif