Ilustrasi narkoba. Medcom.id
Ilustrasi narkoba. Medcom.id

Petugas Lapas Pekanbaru Terlibat Pengedaran Sabu

Nasional narapidana narkoba kasus narkoba
Siti Yona Hukmana • 29 Oktober 2020 18:48
Jakarta: Wandi, 39, anggota Kepolisian Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru, Riau, ditangkap Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri. Dia terlibat pengedaran sabu dan happy five.
 
"Ditangkap pada Rabu, 21 Oktober 2020 sekitar pukul 13.30 WIB," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2020.
 
Pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat tentang maraknya transaksi narkoba di Kota Pekanbaru yang dikendalikan narapidana lapas di Pekanbaru. Polisi lantas menyelidiki kasus itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, terdeteksi transaksi narkoba di Jalan Riau Gang Rambutan samping Show Room Yamaha pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 20.00 WIB. Narkoba ditempel di salah satu titik oleh tersangka bernama Joko yang datang menggunakan sepeda motor warna hitam berpelat BM 2019 HM.
 
"Narkoba itu diambil oleh tersangka Wandi menggunakan mobil Honda Jazz warna abu-abu berpelat BM 1085 NX tercatat milik Arini, istri Sugeng," ujar Krisno.
 
Wandi kabur dari tempat transaksi narkoba saat diketahui polisi. Barang bukti narkoba yang ditinggalkan di tempat kejadian perkara (TKP) disita.
 
Barang bukti berupa 1 kg narkotika jenis methampetamine (sabu) dalam kemasan teh china warna gold, 1.000 butir pil erime lima atau happy five, dan satu unit handphone merek Oppo warna hitam.
 
Penyidik Bareskrim Polri bekerja sama dengan Ditresnarkoba Polda Riau mengejar Wandi dan Joko. Keduanya ditangkap di counter handphone, Jalan Garuda Sakti KM 7 samping Masjid Nur Huda pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 13.30.
 
Kemudian anggota menuju rumah kontrakan tersangka Wandi di Jalan Kulim Ujung Nomor 60 RT 03/ RW 01 Kelurahan Tirta siak, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Polisi menyita satu tas berwarna cokelat berisi 1 kg sabu dalam kemasan teh china, 10 gram sabu dikemas dalam plastik transparan, 970 butir happy five, dan satu unit handphone merek Apple warna hitam.
 
Polisi mengembangkan kasus ke jaringan atasnya. Tersangka Sugeng ternyata narapidana kasus narkoba di Lapas Pekanbaru. Sugeng juga pengendali kurir yang terhubung dengan tersangka Fendi yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
 
"Berdasarkan hasil penyidikan sementara napi Sugeng sudah beroperasi sejak satu tahun terakhir dan diperkirakan sudah berhasil mengedarkan 100 kg lebih," ujar Krisno.
 
Total barang bukti yang disita sebanyak 2.010 gram sabu dan 1.970 butir happy five. Polri tengah memburu Fendi yang terdeteksi berada di Negeri Jiran. Polisi bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia untuk menangkap Fendi.
 
Para tersangka telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif