Kejagung Minta Buronan Koruptor Menyerahkan Diri
Jaksa Agung H. M Prasetyo.
 Jakarta: Jaksa Agung HM Prasetyo memperingatkan para buronan kasus korupsi segera melunasi kerugian negara dan menjalani vonis pengadilan. Sebab, operasi penangkapan oleh tim khusus Kejaksaan Agung dengan sandi Tabur 31.1 akan terus berlanjut.
 
"Kita akan cari terus, kita berikan pesan pada mereka bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para buron ini," ujar Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.
 
Prasetyo berujar, pihaknya tak akan melihat berapa lama durasi buronan itu melarikan diri. Selama masih hidup, proses hukum di ruang sidang bakal ditegakan. 
 
"Mereka tidak akan merasa aman dan tidur nyenyak, kita akan kejar terus sampai mereka kita eksekusi," ucapnya.
 
Kejaksaan Agung juga mengejar duit negara yang diselewengkan. Aset yang dimiliki para buronan kasus korupsi tersebut telah disita sebagai jaminan pengganti.
 
"Bukan hanya orangnya, kita juga mengejar asetnya. Selain hukuman, dia juga harus membayar denda dan uang pengganti," paparnya.

Baca: Kejagung Tangkap Buronan Kasus Korupsi Dana Hibah

Operasi Tabur 31.1 telah digalakan Korps Adhyaksa dalam menangkap para buronan sejak Desember 2017. Koruptor kasus proyek Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Thamrin Tanjung,  merupakan buron ke-130 yang ditangkap dalam pemulihan aset negara.
 
"Suka atau tidak, mau atau tidak mereka harus bayar. Karena kalau tidak ya kita sita barang dia, kita bisa minta diganti dengan hukuman kurungan pengganti. Tinggal pilih saja, kita melelang atau mereka bayar," kata Prasetyo.


 



(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id