Hukuman  Nur Alam Diperberat jadi 15 Tahun Penjara
Eks Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam/MI/Adam Dwi
Jakarta: Hukuman untuk mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam diperberat menjadi 15 tahun penjara. Nur Alam dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan mengeluarkan persetujuan izin usaha pertambangan kepada PT Anugerah Harisma Barakah (AHB).

Hukuman Nur Alam diperberat di tingkat banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Pada pengadilan tingkat pertama, Nur Alam hanya divonis 12 tahun penjara.

"Mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp1 miliar subisder enam bulan kurungan," kata Hakim Ketua Pengadilan Tinggi Elang Prakoso Wibowo dalam amar putusannya pada 12 Juli 2018.


Hakim Pengadilan Tinggi juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti Rp2,78 miliar. Jumlah uang pengganti lebih besar dari putusan pengadilan tingkat pertama yang hanya Rp2,3 miliar.

Hakim Pengadilan Tinggi juga memvonis hak politik Nur Alam tetap dicabut selama lima tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

Nur Alam sebelumnya dinilai terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dalam memberikan Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi. Termasuk, Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (AHB).

Selama menjabat Gubernur Sultra dua periode Nur Alam terbukti menerima gratifikasi senilai USD4,49 juta atau setara dengan Rp40,26 miliar dari Richcorp International Ltd.

Perbuatan Nur Alam telah memenuhi unsur pada Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Nur Alam juga terbukti melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 (1) KUHP.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id