Sam Aliano akan Laporkan Youtube ke Bareskrim
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano--Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano akan melaporkan Youtube, Facebook, dan Telegram ke Bareskrim Polri. Sebab, tiga media sosial itu dianggap memfasilitasi teroris untuk merakit bom.

"Mereka (teroris) belajar membuat bom lewat Youtube. Youtube, Telegram, dan Facebook memfasilitasi orang-orang belajar buat bom. Itu berbahaya. Saya laporkan Youtube ke Polri," kata Sam Aliano di Gedung Samco, Jalan KH. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Menurut Sam, perusahaan Youtube mendapatkan uang triliunan per hari atas konten merakit bom tersebut. Ia juga menilai Youtube tidak memberi hal positif bagi rakyat Indonesia.


"Mereka dapat triliunan setiap hari, Indonesia tidak mendapatkan apa pun dari Youtube. Yang dapat hanya kejahatan dari teroris," ungkapnya.

Baca: Sam Aliano Hadiahkan Rp5 Miliar bagi Penangkap Otak Teroris

Maka itu, ia berjanji akan menutup kantor Youtube, Facebook, dan Telegram. "Saya berjanji akan tutup kantor mereka setelah satu jam pelantikan sebagai presiden," ujarnya.

Setelah penutupan tiga media sosial itu, ia mengatakan akan membuat Youtube, Facebook, dan Telegram khusus milik Indonesia. Ia pun mengaku ingin menjadi Donald Trump yang baik.

"Saya gantikan Youtube, Facebook, dan Telegram khusus milik Indonesia. Saya akan jadi Donald Trump yang baik di Indonesia bukan Donald Trump seperti di sana (Amerika Serikat)," tuturnya.




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id