Fredrich Bersikeras Minta Ajudan Novanto Dihadirkan di Sidang

Faisal Abdalla 07 Mei 2018 23:05 WIB
korupsi e-ktp
Fredrich Bersikeras Minta Ajudan Novanto Dihadirkan di Sidang
erdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik, Fredrich Yunadi. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Jakarta: Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el), Fredrich Yunadi memaksa Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Reza Pahlevi, ajudan Setya Novanto sebagai saksi. Fredrich menilai kesaksian Reza bakal menguntungkan dirinya. 

Hal itu disampaikan Fredrich melalui kuasa hukumnya usai menghadiri sidang lanjutan kasusnya.

"Pada Kamis yang lalu, kami diberitahukan timnya JPU, bahwa ada yang namanya Reza Pahlevi akan dihadirkan, nah sampai sekarang juga enggak dihadirkan, nah kami tetap supaya dihadirkan dong," kata Kuasa Hukum Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 7 Mei 2018. 


Jaksa KPK mengakui memang sempat berencana menghadirkan Reza. Namun hal tersebut urung dilakukan lantaran jaksa menilai keterangan saksi fakta sudah cukup. 

Baca: Fredrich Lempar Surat Penahanan Novanto

Ketua Majelis Hakim, Syaifuddin Zuhri juga menilai tersebut merupakan kewenangan JPU. Namun jika dirasa keterangan Reza sangat dibutuhkan, Hakim memperbolehkan kubu Fredrich menghadirkan Reza sebagai saksi a de charge (meringankan). 

Jawaban dari JPU dan Hakim tak juga membuat kubu Fredrich puas. Mereka tetap memaksa Jaksa menghadirkan Reza lantaran ajudan Novanto itu sudah masuk daftar saksi yang telah di-BAP oleh penyidik KPK. 

"Kami mohon pada yang mulia untuk mencatat, bahwa kami keberatan atas saksi-saksi yang ada di BAP itu (tidak dihadirkan), terutama AKP Reza, dan Aziz Samual (politisi Golkar). Itulah yang kami anggap saksi fakta yang ada rangkaian dalam perkara ini," pungkas kuasa hukum Fredrich. 

Lebih lanjut lagi, kubu Fredrich mengancam akan menyampaikan permohonan tertulis untuk menghadirkan saksi-saksi yang dimaksud kepada Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung jika permintaan mereka tak dipenuhi. 

Baca: Fredrich Sempat Mengusir Penyidik KPK dari RS Medika

"Kami akan menyerahkan kenginan kami ini kepada yang mulia besok, soal ditolak tidaknya, kami serahkan lagi pada yang mulia. Kami juga akan tembuskan surat kami ke Komisi Yudisial, Bawas MA dan Pengadilan Tinggi," tukasnya. 

Hakim Syaifuddin Zuhri tak banyak menanggapi ancaman kubu Fredrich . Ia mempersilahkan kubu Fredrich mengirimkan permohonan tertulis kepada KY dan MA. 

"Itu hak saudara," ujarnya singkat. 




(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id