Tersangka kasus surat jalan palsu Anita Kolopaking. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Tersangka kasus surat jalan palsu Anita Kolopaking. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Anita Kolopaking dan Jaksa Pinangki Satu Alumni

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Siti Yona Hukmana • 10 Agustus 2020 13:34
Jakarta: Anita Kolopaking dan jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga sudah berteman lama. Keduanya satu alumni.
 
"Setahu saya Bu Anita dari Unpad (Universitas Negeri Padjajaran), Bu Pinangki juga dari Unpad," kata kuasa hukum Anita, Andi Putra Kusuma, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 10 Agustus 2020.
 
Andi mengaku tak mengetahui waktu kedekatan kliennya dengan jaksa Pinangki. Dia menuturkan keduanya bisa saja berteman saat di bangku kuliah atau ketika lulus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka kenal dan bagaimana kita enggak tahu," ujar Andi.
 
Sebelumnya, beredar foto empat orang perempuan, dua di antaranya merupakan Anita dan jaksa Pinangki. Kebersamaan itu disebut diabadikan saat acara halalbihalal alumni Unpad.
 
"Untuk foto itu saya pribadi tidak tahu," tutur Andi.
 
Anita merupakan kuasa hukum narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus surat jalan palsu untuk Djoko. Dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, untuk 20 hari pertama.
 
Sementara itu, jaksa Pinangki dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Dia terbukti melakukan perjalanan keluar negeri sebanyak sembilan kali tanpa izin atasan.
 
Jaksa Pinangki diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 12 November 2019 dan 25 November 2019. Dia berangkat ke Negeri Jiran bersama Anita Kolopaking. Jaksa Pinangki masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Kejaksaan Agung.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif