Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Media Indonesia.

KPK Harus Limpahkan Kasus Wahyu Setiawan

Nasional OTT KPK
Damar Iradat • 11 Januari 2020 14:40
Jakarta: Pakar hukum pidana Mudzakir menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu melimpahkan kasus dugaan suap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan ke Kejaksaan Agung atau Polri. Pasalnya, jumlah uang yang disita KPK dari tangan Wahyu hanya Rp400 juta.
 
Menurut Mudzakir, hal ini merujuk kepada Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang KPK. Dalam pasal 11 ayat 1 huruf b, dijelaskan KPK hanya berwenang menangani kasus dengan kerugian negara mencapai di atas Rp1 miliar.
 
"Kalau dia (kerugian) di bawah Rp1 miliar, dia enggak punya kewenangan. Kalau dia berhasil menangkap seseorang dengan masalah kerugian negara di bawah Rp1 miliar, segera dibungkus dan diserahkan ke aparat penegakan hukum yang lain, Kepolisian dan Kejaksaan," kata Mudzakir dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guru Besar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia itu mengatakan kewenangan KPK memang dibatasi setelah pemberlakuan UU KPK anyar. KPK dinilai menyalahgunakan wewenang jika tetap menangani kasus dengan kerugian di bawah Rp1 miliar.
 
"Ini menurut pendapat saya adalah penggunaan wewenang yang melebihi kewenangan yang ada. Kalau menurut hukum administrasi, namanya penyalahgunaan wewenang," jelas dia.
 
Sebelumnya, KPK menetapkan eks komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Wahyu diduga menerima suap terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.
 
"KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau terkait penetapan anggota DPR terpilih tahun 2019-2024," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka yakni Agustiani Tio Fridelina, Harun Masiku, dan Saeful.
 
Agustiani merupakan eks anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, selaku penerima suap. Sementara itu, Harun merupakan calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan dan Saeful, pihak swasta, selaku pemberi suap.
 
KPK menyita duit Rp400 juta dalam bentuk dolar Singapura. Duit ini disita dari Agustiani selaku orang kepercayaan Wahyu. Duit itu diduga berasal dari Harun untuk memuluskan proses PAW anggota DPR periode 2019-2024.
 


 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif