Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin di Kejagung. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin di Kejagung. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Kejagung Dalami Ribuan Transaksi Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Juven Martua Sitompul • 08 Januari 2020 13:47
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Temuan ribuan transaksi skandal rasuah tersebut didalami.
 
“Memang ini agak lama soalnya kita akan membedah lebih dari 5 ribu transaksi,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejagung, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Burhanuddin mengungkapkan timnya masih memilah sejumlah transaksi fiktif dari ribuan transaksi tersebut. Korps Adhyaksa tidak ingin gegabah mengusut temuan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi kami perlu waktu mana transaksi bodong, mana transaksi digoreng, mana transaksi yang benar. Kami tidak bisa lakukan dengan gegabah yang dapat berakibat ke yang lain,” kata dia.
 
Burhanuddin meminta semua pihak bersabar dan memberikan waktu kepada penyidik mengusut kasus korupsi Jiwasraya ini. Kejagung tidak mau salah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
 
“Kasih waktu ke kami. Kami masih membedah dulu transaksi yang 5 ribu (transaksi),” ujar dia.
 
Kejagung bekerja sama dengan beberapa instansi, di antaranya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) buat menuntaskan kasus tersebut. Kejagung menggeledah beberapa lokasi terkait kasus ini.
 
“Penggeledahan apa nanti akan kami beritahu pada waktunya,” kata dia.
 
Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai dengan 2018.
 
Jiwasraya melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi Rp53,27 triliun. Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun hingga Agustus 2019.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif