Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Polisi Belum Jadwalkan Memeriksa Menpora

Nasional kasus korupsi
Siti Yona Hukmana • 14 Juli 2019 11:29
Jakarta: Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengaku belum menjadwalkan memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah pemuda Islam Indonesia. Kegiatan itu disebut diinisiasi Nahrawi.
 
"Belum, kita belum periksa Menpora," kata Iwan kepada Medcom.id, Minggu, 14 Juli 2019.
 
Iwan mengaku baru memeriksa sejumlah saksi dari penyelenggara kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia tersebut. Polisi masih fokus memeriksa mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam waktu dekat akan kita panggil Ahmad Fanani ya. Pekan depan mungkin akan kita panggil," ujar Iwan.
 
Iwan memastikan penetapan tersangka Fanani sudah melewati prosedur yang ada. Penetapan tersangka berbekal bukti, keterangan saksi fakta, dan ahli yang sudah diperiksa.
 
"Sehingga kita lakukan gelar perkara dan kita sudah bisa memastikan bahwa ini tercukupi dua alat bukti terhadap Ahmad Fanani dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Maka, kita akan melakukan pemanggilan," pungkas Iwan.
 
Baca: Eks Bendahara Pemuda Muhammadiyah Jadi Tersangka
 
Fanani ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 19 Juni 2019 setelah penyidik melakukan gelar perkara. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus itu, Fanani diduga merugikan negara hingga Rp1,7 miliar.
 
Sebelum penetapan tersangka, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta. Mereka yakni sejumlah panitia yang terlibat dalam kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia tersebut.
 
Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah eks pengurus Pemuda Muhammadiyah. Di antaranya, mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak; mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Muhammadiyah, Putra Batu Bara; mantan Sekretaris Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Virgo Sulianto Gohardi; mantan Bendahara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Fuji Abdurrohman dan Syahputra.
 
Kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah itu telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan dana dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), karena dituding menilap uang. Namun Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu. Alasannya, tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi Kemenpora, dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif