Ilustrasi aplikasi antrean paspor online - ANT/Irfan Anshori
Ilustrasi aplikasi antrean paspor online - ANT/Irfan Anshori

Ombudsman Kritisi Sistem Online Pembuatan Paspor

Nasional pungli paspor
Sri Yanti Nainggolan • 17 Juli 2019 14:38
Jakarta: Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai mengkritisi sistem antre online pembuatan atau perpanjangan paspor di Direktorat Jenderal Imigrasi. Rifai menyebut masih ada masalah dalam sistem itu.
 
"Sistem online melayani dalam jumlah terbatas setiap hari. Jika sudah terpenuhi, sistem ditutup. Kalau begini, orang akan kembali ke konvensional," kata Rifai di Gedung Ombudsman, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.
 
Rifai menjelaskan proses pembuatan juga tak pasti. Dia membandingkan pengajuan visa di suatu kedutaan besar yang selalu jelas waktu pengambilannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga:Jabar Luncurkan Pelaporan Digital Pungutan Liar)
 
Dia menegaskan tak menutup kemungkinan orang ramai-ramai kembali ke sistem konvensional karena ingin cepat beres dan didahulukan. Padahal, semua orang harus mendapatkan pelayanan publik yang sama.
 
"Jangan orang karena kemiskinannya tidak mendapat keadilan, meskipun ada orang kaya juga yang begitu," tandas dia.
 
Rifai mengingatkan kasus pungli masih marak. Bahkan, Presiden Joko Widodo memasukkannya dalam visi reformasi birokrasi.
 
Dia berharap hal-hal semacam ini bisa segera dibenahi. "Dalam setahun terakhir, 40 persen kasus pungli terjadi di sektor pelayanan publik," pungkas dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif