Ilustrasi. Medcom.id.
Ilustrasi. Medcom.id.

Keterangan Polisi Penembak Immawan Rendy Didalami

Nasional penembakan
Juven Martua Sitompul • 07 November 2019 19:49
Jakarta: Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan Brigadir AM sebagai tersangka penembakan mahasiswa saat unjuk rasa di Kendari. Polisi masih mendalami alasan Brigadir AM menembak mati mahasiswa Universitas Halu Oleo Immawan Rendy itu.
 
“Itu nanti kan dalam pendalaman pemeriksaan tersangka,” kata Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.
 
Merdisyam memastikan penetapan tersangka Brigadir AM berdasarkan hasil uji laboratorium dan fotensik (Labfor). Brigadir AM terbukti menembak Rendy dan paha seorang Ibu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, lima anggota Korps Bhayangkara lain tidak terbukti melepaskan tembakan. Mereka hanya terkena sanksi disiplin karena membawa senjata api saat mengamankan aksi unjuk rasa.
 
“Yang satu (Brigadir AM) yang diketahui berdasarkan pembuktian material itu yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut,” ujarnya.
 
Hasil visum korban penembakan Immawan Rendy menyebutkan mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHU) itu tewas karena peluru tajam. Korban tewas lainnya, M Yusuf Kardawi tak terbukti terkena peluru tajam.
 
Petugas juga menemukan tiga proyektil dan enam selongsong dari olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan uji balistik, proyektil dan selongsong itu identik dengan senjata milik Brigadir AM.
 
Berdasarkan bukti dan keterangan yang dikumpulkan, Brigadir AM diduga sebagai penembak Rendy. Dia dijerat dengan Pasal 351 KUHP ayat 3 atau 359 KUHP subsider Pasal 360 KUHP.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif