Diskusi Crosscheck Medcom.id 'Kasus Jiwasraya, Pansus vs Panja'. Foto: Medcom.id
Diskusi Crosscheck Medcom.id 'Kasus Jiwasraya, Pansus vs Panja'. Foto: Medcom.id

Dana Pengembalian Nasabah Jiwasraya Ditargetkan Rp5 Triliun

Nasional Jiwasraya
Whisnu Mardiansyah • 19 Januari 2020 15:07
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mengupayakan pembayaran polis nasabah yang gagal dibayarkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). BUMN bakal menarik uang dari investor anak perusahaan maupun holding perusahaan asuransi pelat merah.
 
"Rp3 triliun suntikan dana dari investor dan Rp2 triliun dari holding perusahan. Sudah bisa tertanggulangi hampir setengah, kita harapkan kami pingin cepat lah supaya selesai juga karena kita banyak kerjaan," kata staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam diskusi Crosscheck Medcom.id 'Kasus Jiwasraya, Pansus vs Panja' di Coffee Roaster Upnormal, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 19 Januari 2019.
 
Pengembalian dana nasabah kuartal pertama diprioritaskan pada polis berjumlah kecil. Nantinya, Jiwasraya bakal menentukan calon penerima dana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Detailnya berapa yang tahu Jiwasraya kami tidak," tutur dia.
 
Jiwasraya merekayasa laporan keuangan sejak 2006 demi memperoleh izin penjualan produk JS Saving Plan. Asuransi pelat merah itu banyak menempatkan 95 persen dana investasi di saham-saham gorengan.
 
Total dana yang diinvestasikan di saham sampah tersebut mencapai Rp5,7 triliun atau 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya. Sebanyak 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk.
 
Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun hingga Agustus 2019. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen.
 
Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Mereka ialah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kelimanya juga dijerat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif