Menpora Imam Nahrawi. MI/ Adam Dwi
Menpora Imam Nahrawi. MI/ Adam Dwi

Sekjen KONI Gunakan Inisial 'Mr X' untuk Menpora

Nasional kasus korupsi
Damar Iradat • 26 April 2019 03:01
Jakarta: Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy menuturkan ia menggunakan inisial Mr. X dan Mr. Y saat berkomunikasi dengan Wakil Bendahara KONI Lina Nurhasanah. Inisial Mr. X merujuk ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum.
 
Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap dana hibah dengan terdakwa Ending dan Bendahara KONI Johnny E Awuy. Awalnya, jaksa memutar rekaman percakapan telepon antara Ending dan Lina.
 
Dalam rekaman sadapan tersebut, Ending mengaku telah beberapa kali dengan Mr. X dan Mr. Y. Saat dikonfirmasi oleh jaksa siapa Mr. X dan Mr. Y yang dimaksud, Lina mengaku tidak mengetahuinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya enggak kenal, saya kira rekanan Pak Hamidy dari Korea," kata Lina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.
 
Namun begitu, di akhir persidangan, Ending yang mendapat kesempatan untuk menanggapi keterangan para saksi membantah keterangan Lina. Menurut dia, Lina tidak mungkin tidak mengetahui dua inisial tersebut.
 
"Bu Lina tahu, mungkin takut saja atau enggak enak sama Pak Ulum. Mr. Y itu pejabat Kemenpora yang masuk daftar penerima uang. Mr. X Menpora dan Pak Ulum," ujar Ending.
 
Dalam perkara ini Ending beserta Johny didakwa menyuap pejabat Kemenpora. Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada tahun kegiatan 2018.
 
Johny dan Ending sebelumnya diyakini memberikan hadiah berupa satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana turut menerima uang sejumlah Rp300 juta.
 
Johny dan Ending diyakini memberikan hadiah berupa satu unit Mobil Fortuner VRZ TRD warna hitam metalik dengan nomor polisi B 1749 ZJB kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana turut menerima uang sejumlah Rp300 juta.
 
Kemudian, satu buah kartu ATM Debit BNI nomor 5371-7606-3014-6404 dengan saldo senilai Rp100 juta dan satu buah handphone merk Samsung Galaxy Note 9. Ending juga berperan memberikan hadiah kepada dua pegawai Kemenpora, Adhi Purnomo dan Eko Triyanta berupa uang Rp215 juta.
 
Akibat perbuatannya, Ending dan Johny disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif