Nama Deputi Pencegahan BNN Dicatut
Ilustrasi BNN - MI/Galih Pradipta.
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) mengklarifikasi terkait penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan Deputi Pencegahan BNN Ali Djohardi Wirogioto. Nama Gioto dipakai untuk memeras sejumlah toko obat di Jabodetabek. 

Pelaku mengaku sebagai penyidik di BNN dengan membawa surat perintah. Mereka mengklaim diutus oleh Gioto untuk menggeledah toko obat atau toko kosmetik atau warung yang menjual obat daftar G.

"Deputi Pencegahan BNN tidak berhak menandatangani Surat Perintah Penggeledahan dan Penahanan," kata Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis, 11 Oktober 2018.  


Sulis menyebut surat perintah penggeledahan dan penahanan hanya berhak ditandatangani oleh deputi pemberantasan atau direktur di jajaran deputi bidang pemberantasan. Atau setidaknya Kasubdit di jajaran deputi bidang pemberantasan.

(Baca juga: Sespri Gadungan Kapolri Tipu Pengusaha Rp1 Miliar)

Dia memastikan surat yang dibuat palsu. Sebab tidak ada tanggal penandatanganan serta nomor yang tertera bukan sistem penomoran di deputi bidang pemberantasan BNN.

"Nama-nama yang tercantum dalam surat perintah bukan anggota di jajaran deputi bidang pemberantasan yang semestinya berhak mendapatkan perintah tersebut," tandas dia. 

Sulis menambahkan BNN tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan penegakan hukum di bidang obat-obat daftar G atau jenis obat-obatan lainnya yang diatur dalam UU Kesehatan.

"Jadi tidak mungkin memerintahkan penyidik BNN untuk melakukan tindakan penggeledahan toko-toko obat atau toko kosmetik atau warung yang menjual produk tersebut," tandas dia. 


Surat perintah palsu untuk menipu dan memeras - Foto: Humas BNN.



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id