Eks Menteri Keuangan Agus Martowardojo (kiri). Foto: MI/M Irfan
Eks Menteri Keuangan Agus Martowardojo (kiri). Foto: MI/M Irfan

Eks Menteri Keuangan Diperiksa KPK Terkait Korupsi KTP-el

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 07 Mei 2019 11:48
Jakarta: Eks Menteri Keuangan Agus Martowardojo dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Markus Nari)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Nama Agus Martowardojo sudah beberapa kali tercatat sebagai saksi dalam proses penyidikan kasus ini. Dalam pemeriksaannya waktu itu, Agus dicecar soal penganggaran proyek KTP-el yang berubah dari Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) menjadi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) murni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik juga akan memanggil Anggota DPR Fraksi Golkar Ahmadi Noor Supit. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.
 
Penyidik KPK terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, khususnya peran konsorsium penggarap megaproyek tersebut. Konsorsium penggarap proyek KTP-el adalah Perum Percetakan Negara RI (PNRI), PT LEN Industri, PT Sucofindo (Persero), PT Sandipala Arthaputra, dan PT Quadra Solution.
 
Dalam putusan terpidana Setya Novanto, sejumlah korporasi itu disebut mendapat keuntungan yang bervariasi. PNRI diperkaya sebesar Rp107,7 miliar, LEN Industri sebesar Rp5,4 miliar, Sucofindo sebesar Rp8,2 miliar, dan Sandipala Arthaputra sebesar Rp145,8 miliar.
 
Kemudian, PT Mega Lestari Unggul (yang merupakan holding company PT Sandipala Arthaputra) sebesar Rp148,8 miliar, dan Quadra Solution sebesar Rp79 miliar. Sementara itu, manajemen bersama Konsorsium PNRI turut mendapat keuntungan sebesar Rp137,9 miliar.
 
Markus diduga membantu menambah anggaran proyek pengadaan KTP-el pada 2012 sebesar Rp1,49 triliun. Padahal saat itu, proyek milik Kemendagri tersebut tengah berjalan. Markus disinyalir menerima imbalan sebesar Rp4 miliar.
 
Penyidik hingga kini terus mengembangkan kasus dugaan korupsi KTP-el itu. Tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru.
 
Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam megakorupsi yang merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Tujuh di antaranya telah divonis bersalah oleh pengadilan.
 
Mereka yang sudah menjalani masa hukuman adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, dan Made Oka Masagung. Sedangkan Markus masih dalam penyidikan.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif