Ilustrasi pengadilan. Medcom.id
Ilustrasi pengadilan. Medcom.id

Jaksa Penasaran dengan Ekspresi Anak Buah Sambo Saat Nobar Rekaman CCTV

Fachri Audhia Hafiez • 26 November 2022 02:10
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) mencecar saksi mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit, saat momen nonton bareng (nobar) rekaman CCTV di kawasan rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Jakarta Selatan. Ridwan digali pengetahuannya terkait ekspresi sejumlah anak buah Ferdy Sambo yang nobar.
 
Momen nobar itu terjadi di teras kediaman Ridwan. Terdapat tiga anak buah Ferdy Sambo, yakni Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto yang datang ke rumah Ridwan.
 
"Di dakwaan kami di tanggal 13 Juli 2022 (dini hari) itu terdakwa Arif bersama Chuck dan Baiquni buka laptop di situ dan menonton rekaman hasil peristiwa itu," kata jaksa penuntut umum (JPU) saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat, 25 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ridwan mengaku tidak menonton rekaman tersebut. Dia juga tak mengetahui Arif, Baiquni, dan Chuck menonton rekaman CCTV.
 
Lalu, jaksa menanyakan bagaimana ekspresi Arif pada saat itu. Ridwan hanya melihat seniornya itu berdiri.
 
"Ekspresinya? Gelap Pak, kan remang-remang, enggak bisa (kelihatan) Pak," ujar Ridwan.
 
Jaksa juga menanyakan ekspresi Chuck. Ridwan mengaku tidak melihatnya.
 
"Kalau Chuck?" tanya jaksa.
 
"Apalagi Chuck, Pak, dia berdiri membelakangi saya," ucap Ridwan.
 
"Langsung pergi?" tanya jaksa.
 
"Iya, jadi saya tidak memaksakan diri untuk melihat ekspresinya saat itu. Tidak ada konsep untuk melihat ekspresinya saat itu," ujar Ridwan.
 
"Saudara katakan saat itu malam, jam 02.00 WIB lampunya bagaimana?" tanya jaksa.
 
"Tidak menyala Pak," ujar Ridwan.
 

Baca: Tak Tanya Soal CCTV ke Ferdy Sambo, Acay: Enggak Berani


Ridwan dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa sebagai saksi untuk tersangka Arif Rachman Arifin. Arif didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, serta Ferdy Sambo. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif