Ilustrasi Gedung KPK/MI/Susanto.
Ilustrasi Gedung KPK/MI/Susanto.

Dua Tersangka Kasus Korupsi Bakamla Diperiksa KPK

Nasional kpk kasus korupsi suap di bakamla
Fachri Audhia Hafiez • 01 Desember 2020 11:33
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan perangkat transportasi informasi terintegrasi Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran (TA) 2016. Keduanya adalah Leni Marlena (LM) dan Juli Amar Ma'ruf (AJM)
 
"LM dan AJM diperiksa dengan kapasitas sebagai tersangka," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa, 1 Desember 2020.
 
Saat korupsi terjadi, Lena merupakan ketua Unit Layanan Pengadaan Bakamla, sedangkan Juli adalah koordinator Unit Layanan Pengadaan Bakamla. Keduanya belum ditahan KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keduanya ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan dua orang lainnya. Mereka yakni Direktur Utama PT Compact Microwave Indonesia Teknologi (PT CMI Teknologi), Rahardjo Pratjihno; dan pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bakamla, Bambang Udoyo.
 
Keempatnya disinyalir melakukan kesepakatan jahat terkait proyek. Yakni, pengadaan perangkat transportasi informasi terintegrasi atau backbone coastal surveillance system pada Bakamla.
 
KPK hanya menangani tiga tersangka yakni Leni, Juli, dan Rahardjo. Sementara itu, Bambang ditangani POM AL karena saat menjabat sebagai PPK yang bersangkutan merupakan anggota TNI AL.
 
Leni dan Juli disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Rahardjo telah divonis bersalah dan dihukum 5 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan. Rahardjo dan PT CMI Teknologi dinyatakan menikmati keuntungan sebesar Rp60,329 miliar dan memperkaya orang lain, yaitu bekas Staf Khusus Bidang Perencanaan dan Keuangan Bakamla Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sebesar Rp3,5 miliar.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif