Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad Cs Dihentikan

Nasional Virus Korona protokol kesehatan
Siti Yona Hukmana • 21 Januari 2021 15:22
Jakarta: Penyidik selesai menggelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) artis Raffi Ahmad cs yang berpesta di kawasan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polisi memutuskan tidak melanjutkan kasus tersebut.
 
"Dilakukan penghentian penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Januari 2021.
 
Penghentian penyelidikan lantaran tidak ditemukan dua alat bukti dalam kasus tesebut. Yusri menyebut penghentian penyelidikan sesuai Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, tim penyidik Reserse Kriminal Umum (Reskrim) gabungan Polda Metro Jaya dan  Polres Metro Jakarta Selatan telah mendatangi lokasi yang dijadikan tempat pesta tersebut, yakni kediaman Ricardo Gelael (RG), ayah pembalap Sean Gelael.
 
Polisi mengetahui ada pesta ulang tahun di kediaman tersebut pada Rabu, 13 Januari 2021. Namun, acara ulang tahun Ricardo tidak terbuka untuk umum.
 
"Acara yang spontanitas dilakukan oleh si pemilik rumah dalam hal ini adalah saudara RG, namun spontanitas dihadiri sekitar 18 orang," ujar Yusri.
 
(Baca: Satpol PP DKI Harap Raffi Ahmad Beri Contoh Baik)
 
Pesta digelar di lapangan basket rumah tersebut. Luasnya sekitar 30x20 meter. Ricardo disebut rutin mengadakan pesta setiap tahun.
 
"Tapi, karena situasi pandemi covid-19 tidak dilakukan acara tersebut, tapi ada teman-teman dekatnya memang spontanitas datang tanpa diundang berjumlah 18 orang, yang biasanya hall itu dimuat sekitar 300," ungkap Yusri.
 
Kepolisan telah memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti di lokasi. Undangan yang hadir sebanyak 18 orang telah memenuhi protokol kesehatan, yakni pengecekan suhu, hingga negatif covid-19 dari hasil swab antigen.
 
"Dari ke-18 orang itu semuanya negatif covid-19," ujar Yusri.
 
Yusri menekankan kegiatan itu tidak memenuhi unsur-unsur pasal yang dipersangkakan. Khususnya, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
 
"Ini berdasarkan hasil gelar perkara itu tidak terpenuhi, temasuk peraturan daerah atau aturan Kementerian Kesehatan," ucap Yusri.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif