Ilustrasi hukum. Medcom.id
Ilustrasi hukum. Medcom.id

Jaksa Belum Bersikap Terkait Putusan Banding Pinangki

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Diskon Hukuman Koruptor Djoko Tjandra Jaksa Pinangki
Media Indonesia.com, Tri Subarkah • 15 Juni 2021 00:44
Jakarta: Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Riono Budisantoso mengaku belum menerima putusan banding Pinangki Sirna Malasari. Pihaknya belum mengambil sikap terkait putusan itu.
 
"Kami belum menerima putusan tersebut. Jika sudah terima, nanti kami akan pelajari terlebih dahulu, kususnya pertimbangannya agar bisa menentukan sikap," kata Riono kepada Media Indonesia, Senin, 14 Juni 2021.
 
Kuasa hukum Pinangki, Aldres Napitupulu, juga mengaku belum mendapat salinan putusan banding dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, langkah selanjutknya diserahkan ke Pinangki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari Pinangki sebenarnya menganggap posisinya tidak bersalah. Kita berpatokan sesuai pembelaan kita. Semua keputusan di beliau selaku klien," ujar dia.
 
Majelis Hakim PT Jakarta yang diketuai Muhammad Yusuf dan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Lafat Akbar, dan Renny Hallida Ilham Malik memangkas vonis Pinangki menjadi empat tahun. Sebelumnya, hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman pidana penjara 10 tahun dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan kepada Pinangki.
 
Hakim PT Jakarta menilai vonis 10 tahun teralalu berat bagi Pinangki. Pertimbangannya Pinangki telah mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.
 
Dia juga disebut telah dipecat dari profesinya sebagai jaksa. Hakim menaruh harapan terhadap Pinangki yang akan berperilaku sebagai warga masyarakat yang baik.
 
(Baca: Hakim Kurangi Hukuman Pinangki Karena Mengaku Bersalah dan Mempunyai Anak Kecil)
 
Hakim juga mempertimbangkan status Pinangki sebagai ibu dari anak berusia empat tahun. Hakim menilai Pinangki layak diberikan kesempatan mengasuh dan memberikan kasih sayang kepada anaknya dalam masa pertumbuhan.
 
"Bahwa terdakwa sebagai wanita harus mendapat perhatian, perlindungan, dan diperlakukan secara adil," dikutip dari salinan putusan di laman Mahkamah Agung, Senin, 14 Juni 2021.
 
Tindak pidana yang dilakukan Pinangki juga melibatkan pihak lain yang turut bertanggung jawab. Hakim menilai tuntutan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor telah mencerminkan rasa keadilan. JPU menuntut hakim menjatuhkan vonis empat tahun dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Pengadilan Tinggi Jakarta menjatuhkan vonis empat tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Pinangki. Putusan itu lebih rendah dari vonis di tingkat pertama yakni 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Pinangki terbukti menerima suap US$500 ribu dari terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra. Suap agar Djoko bisa kembali ke Indonesia tanpa menjalani eksekusi dua tahun berdasarkan puusan Peninjauan Kebali tanggal 11 Juni 2009.
 
Pinangki turut menyusun rencana aksi atau action plan terkait pelaksanaan permohonan fatwa Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung. Pinangki juga terbukti mencuci uang korupsi dengan dengan cara menukarkan ke Rupiah, membeli satu unit mobil BMW X5, pembayaran sewa apartemen, dan dokter kecantikan di Amerika Serikat, pembayaran kartu kredit, serta membayar sewa dua apartemen di Jakarta.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif