Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

58 Hakim Divonis Melanggar Kode Etik

Nasional pengadilan
Fachri Audhia Hafiez • 08 Juli 2019 19:01
Jakarta: Komisi Yudisial (KY) telah memutuskan menjatuhkan sanksi kepada 58 hakim sepanjang Januari hingga Juni 2019. Keseluruhan hakim tersebut terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH).
 
Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta mengatakan dari 58 hakim yang diputus bersalah, hanya 3 yang akan ditindaklanjuti Mahkamah Agung (MA). Ketiganya akan diajukan ke Majelis Kehormatan Hakim (MKH).
 
"Adapun 25 putusan KY atas pengenaan sanksi terhadap hakim, sampai saat ini belum mendapat respons dari MA tentang bagaimana pelaksanaan riil dari sanksi tersebut. Sementara terhadap 8 usulan sanksi, MA memutuskan tidak dapat ditindaklanjuti dengan alasan teknis yudisial dan 22 putusan yang tersisa, KY masih melakukan proses minutasi (pemberkasan) putusan," kata Sukma di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sukma memerinci sebanyak 43 hakim terlapor menerima sanksi ringan. Sebanyak 8 hakim menerima teguran lisan, 12 orang hakim mendapatkan teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis terhadap 23 hakim.
 
Sanksi penundaan kenaikan gaji berkala paling lama satu tahun dijatuhkan terhadap 5 orang hakim. Penundaan kenaikan pangkat paling lama satu tahun diberikan terhadap 1 hakim dan hakim nonpalu paling lama enam bulan terhadap 4 hakim.
 
Baca: KY Pelototi Calon Hakim Ad Hoc Tipikor Berlatar Politikus
 
KY juga menjatuhkan sanksi berat berupa pemberhentian dengan hormat terhadap 2 hakim. Pemberhentian tidak hormat pun dijatuhkan kepada 3 hakim.
 
Sukma mengatakan kualifikasi perbuatan hakim yang dinyatakan terbukti melanggar KEPPH didominasi perilaku tidak profesional sebanyak 36 orang dan tidak berperilaku adil sejumlah 13 orang. Sebanyak 7 hakim dinyatakan tidak menjaga martabat hakim dan selingkuh 2 orang.
 
"Jumlah sanksi oleh MKH pada semester satu tahun 2019 ini juga tercatat lebih besar daripada periode yang sama tahun 2018 lalu di mana MKH belum menjatuhkan sanksi," ujar Sukma.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif