Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

Jafar Hafsah Mangkir Pemeriksaan KPK

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 01 Juli 2019 18:15
Jakarta: Mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Jafar Hafsah, mengkir panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jafar sedianya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota Komisi VIII DPR, Markus Nari, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).
 
Selain Jafar, empat saksi lain juga tak memenuhi panggilan penyidik. Mereka yakni, ‎Direktur PT Gajendra Adhi Sakti, Azmin Aulia yang merupakan adik mantan Mendagri Gamawan Fauzi; dua pihak swasta Dedi Prijono dan Muda Ikhsan Harahap; serta Asisten Manager Keuangan dan Akuntansi PT Sandipala Arthaputra, Fajri Agus Setiawan.
 
"Lima saksi untuk tersangka MN tersebut tidak hadir," ‎kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lembaga antirasuah akan menjadwal ulang pemeriksaan kelima saksi yang tidak hadir. Waktu pemanggilan akan diumumkan setelah menerima informasi detail dari penyidik.
 
Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak Juli 2017 lalu. Markus diduga memperkaya diri sendiri, atau orang lain dalam pengadaan paket KTP-el tahun 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.
 
Markus yang saat itu masih duduk di Komisi II diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada Irman sebanyak Rp5 miliar pada 2012.
 
Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek KTP-el tahun 2013 sebesar Rp1,49 triliun
 
KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Mereka di antaranya mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil, Sugiharto, eks Bos PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, mantan Ketua DPR, Setya Novanto, Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung, dan politikus Partai Golkar Markus Nari.
 
Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara itu, tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan divonis pidana penjara.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif