Perwakilan Seknas Mutiara Ika (tengah). (Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul)
Perwakilan Seknas Mutiara Ika (tengah). (Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul)

Penolakan PK Baiq Nuril Disebut Pukulan Telak Bagi Pemerintah

Nasional pelecehan seksual
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Juli 2019 15:04
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) Baiq Nuril atas kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mantan guru honorer SMAN 7 Mataram ini harus menjalani kurungan sesuai putusan MA.
 
Seknas Perempuan Pekerja menilai penolakan PK Baiq Nuril merupakan pukulan telak bagi pemerintah. Mutiara, perwakilan Seknas Perempuan, menyebut hal itu tak sejalan dengan konvensi Organisasi Buruh Internasional (ILO).
 
"Padahal pesan tersebut tersampaikan dengan jelas oleh Presiden Jokowi ketika menghadiri Sesi II KTT G20," ujarnya, di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mutiara mengingatkan konvensi tersebut sejatinya untuk mengakhiri kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Tak terkecuali merupakan jaminan perlindungan hak perempuan pekerja dari kekerasan seksual.
 
Baca juga:MA Tolak PK Baiq Nuril
 
Sejak ditahan oleh polisi pada Maret 2017, Baiq Nuril telah memegang prinsip bahwa dirinya tak bersalah. Tindakan merekam ucapan pelaku merupakan bentuk pembelaan. Sayang niatan rekaman sebagai barang bukti justru menyeretnya ke bui.
 
Mutiara mengatakan instrumen hukum di Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi berbagai bentuk kekerasan seksual tanpa bukti fisik dianggap bukan merupakan kekerasan.
 
"Sehingga pelecehan seksual verbal tidak bisa dianggap sebagai pelecehan. Rekaman yang dimiliki Nuril justru menjadi barang bukti yang memberatkannya dan membuat pelaku bebas," kata dia.
 
Kendati demikan Mutiara mengapresiasi Baiq Nuril yang telah berjuang dan membela dirinya di tengah situasi kerja yang rentan kekerasan. Dengan vonis tersebut, pelecehan seksual selamanya akan diabaikan.
 
"Tempat kerja akan terus menjadi tempat yang rentan pelecehan seksual," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif