Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.
Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.

Dakwaan 2 Konsultan Pajak Gunung Madu Plantations Diserahkan ke Pengadilan

Candra Yuri Nuralam • 12 Mei 2022 08:36
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan dakwaan dua tersangka sekaligus konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi. Keduanya segera diadili dalam kasus dugaan suap perpajakan pada 2016 dan 2017.
 
"Jaksa KPK Nur Haris Arhadi telah melimpahkan berkas perkara beserta surat dakwaan terdakwa Ryan Ahmad Ronas dan kawan-kawan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Kedua orang itu kini menjadi tahanan pengadilan. Ryan mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aulia Imran Magribi ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan," ujar Ali.
 
Baca: KPK Kembangkan Penggunaan Uang Siwi Widi Jika Cukup Bukti
 
KPK menyerahkan penentuan hari sidang perdana ke pengadilan. Agenda sidang perdana yakni pembacaan dakwaan dari kubu jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK.
 
Kasus ini dimulai sekitar Oktober 2017. Ryan dan Aulia Imran Magribi awalnya bertemu dua mantan Pejabat Ditjen Pajak Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak mengurus pembayaran pajak PT GMP.
 
Dalam pertemuan itu, Aulia dan Ryan meminta Wawan dan Alfred mengurangi nominal pajak PT GMP dengan janji sejumlah uang. Kedua tersangka langsung menyiapkan Rp30 miliar untuk Wawan dan Alfred terkait penyelesaian pajak PT GMP dan fee suap mereka.
 
Wawan langsung menghubungi dua mantan Pejabat Dirjen Pajak Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani untuk membantu manipulasi pajak itu. Wawan cuma memberikan Rp15 miliar untuk Angin dan Dadan dari uang yang disiapkan oleh Ryan dan Aulia. Angin dan Dadan langsung menyetujui permintaan Wawan.
 
KPK menyiapkan dua dakwaan untuk Ryan dan Aulia. Pertama, keduanya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Lalu, mereka berdua disangkakan melanggar Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif