Konferensi pers terkait pelanggaran HAM di kasus rumoh geudong Aceh. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Konferensi pers terkait pelanggaran HAM di kasus rumoh geudong Aceh. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Kasus Rumoh Geudong Aceh Dianggap Pelanggaran HAM

Nasional pelanggaran ham
Kautsar Widya Prabowo • 07 September 2018 08:20
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut pelanggaran HAM berat terjadi pada kasus rumoh geudong dan pos sattis di Aceh saat berstatus daerah operasi militer (DOM) pada 1989 sampai 1998. Kesimpulan ini didapat dari penyelidikan selama 2013 hingga Agustus lalu.
 
Komisioner Pengkajian dan Penelitian M Choirul Anam mengatakan penyelidikan melibatkan 65 saksi. Sebagian dari saksi adalah korban peristiwa tersebut. Namun, dia belum dapat menyebutkan angka pasti jumlah korban akibat peristiwa ini.
 
"Tim ad hoc penyelidikan peristiwa pelanggaran HAM yang di Provinsi Aceh menyimpulkan telah memiliki bukti permulaan yang cukup atas dugaan terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Anam di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis, 6 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, bukti-bukti menjelaskan keterlibatan oknum anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pihak sipil serta individu, dan komandan militer yang diduga menyiksa warga sipil. "Kami menyebut yang bertanggung jawab dari level kebijakan adalah pembuat kebijakan, dari pelaksana lapangan adalah komando efektif sampai lapangan," tambah dia.
 
Saat DOM, Anam menjelaskan pemerintah melalui panglima ABRI memutuskan untuk melaksanakan operasi jaring merah (jamer). Operasi ini menjadikan Korem 011/Lilawangsa sebagai pusat komando lapangan. Jamer dijalankan dengan membuka pos sattis -istilah pos di Kopassus- di beberapa wilayah di Aceh.
 
Baca: Pemerintah Cari Jalan Tengah Selesaikan Pelanggaran HAM
 
Rumoh geudong adalah sebutan bagi rumah adat yang dijadikan TNI untuk pos sattis. Belakangan, rumah itu dikabarkan dipakai untuk menyiksa orang-orang yang terlibat dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
 
Komnas HAM telah mengirimkan laporan penyelidikan proyustisia peristiwa Rumah Geudong dan Pos Stattis lainkan kepada Kejaksaan Agung. "Segera diajukan ke pengadilan sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM ," tutur dia.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif