Pengamat: Jaringan Teroris Memperkuat Diri di Jawa Timur

Faisal Abdalla 14 Mei 2018 11:48 WIB
Teror Bom di Surabaya
Pengamat: Jaringan Teroris Memperkuat Diri di Jawa Timur
Ilustrasi terorisme/Medcom.id/Mohammad Rizal
Jakarta: Pengamat terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut jaringan terorisme memperkuat diri di Jawa Timur. Sejumlah teror di Surabaya dan sekitarnya dua hari belakangan mengindikasikan itu.

"Misalnya jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Sebelumnya aktif di Jawa Barat. Namun sebagian besar sudah diidentifikasi kepolisian dan sudah dilakukan upaya penangkapan yang cukup masif. Sehingga bisa saja ada rencana-rencana baru, termasuk memperkuat jaringan JAD di wilayah timur," kata Khairul kepada Medcom.id, Senin, 14 Mei 2018.

Khairul menilai geliat teroris yang tengah memperkuat diri di Jawa Timur sudah terlihat sebelum terjadinya teror di sejumlah gereja di Surabaya. Kepolisian sudah pernah menangkap terduga teroris di sejumlah wilayah, seperti Tuban, Lamongan, Mojokerto, dan Madiun.


"Sudah ada rangkaian penangkapan terduga teroris di Jawa Timur. Ini berarti mengarah pada kesimpulan bahwa ada kelompok teror yang sedang mengorganisasi diri di situ," ujar dia.

Baca: Pengamat: Teror Beruntun Bentuk Akumulasi Kemarahan Teroris

Khairul menilai serangkaian aksi teror di Surabaya merupakan fenomena baru. Surabaya belum pernah dijadikan sasaran teroris.

"Ini sifatnya masih domestik. Anggota jaringan yang ada di sekitar Jawa Timur, mereka membuat target sendiri di sekitar posisi mereka. Di Surabaya ini termasuk salah satu fenomena baru karena sebelumnya belum pernah dijadikan target," beber Khairul.

Rangkaian ledakan bom terjadi dalam dua hari terakhir. Tiga ledakan dalam waktu hampir bersamaan mengguncang tiga tempat ibadah: Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, dan Gereja Pentakosta di Jalan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Minggu, 13 Mei 2018.

Baca: Empat Orang Diduga Pelaku Tewas dalam Ledakan

Hingga saat ini, tercatat 13 orang tewas dalam tiga kejadian tersebut. Dua di antaranya polisi. Korban luka dan tewas dibawa ke beberapa rumah sakit, yakni RS William Booth dan RSUD dr Soetomo.

Ledakan kembali terjadi di Sidoarjo, Minggu malam. Kali ini ledakan terjadi di rumah susun milik keluarga Anton Febrianto. Anton diduga dalang ledakan karena tim Gegana sempat melihat Anton masih memegang pemicu ledakan ketika petugas berada di lokasi. Petugas kemudian melumpuhkan pelaku dengan beberapa tembakan.

Pagi ini, bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya. Belum diketahui jumlah korban tewas maupun luka dalam insiden tersebut.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id