Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez

Saksi Kasus Nurhadi Kompak Mangkir

Nasional Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 29 Juli 2020 17:21
Jakarta: Empat saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2012-2016 mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu saksi yang mangkir ialah pemilik Bank Yudha Bhakti, Tjandra Mindharta Gozali.
 
"Saksi tidak hadir untuk tersangka NHD (Nurhadi, eks Sekretaris MA), Tjandra Mindharta Gozali," ujar pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Penyidik KPK akan menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap Mindharta. Namun, waktu pemanggilan belum ditentukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dua karyawan swasta Ferdy Yuman dan Edna Dibayanti serta wiraswasta Donny Gunawan juga tidak hadir tanpa konfirmasi ke penyidik. "Penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait ketidakhadirannya," ucap Ali.
 
Baca: Pemilik Bank Yudha Bhakti Kembali Dipanggil KPK
 
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto lewat menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Dia diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA, juga untuk permohonan perwalian.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif