Ilustrasi. Media Indonesia.
Ilustrasi. Media Indonesia.

Kepemilikan Lahan Sawit Nurhadi Diselisik

Nasional Suap di MA
Candra Yuri Nuralam • 29 Juli 2020 07:48
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut ihwal kepemilikan lahan sawit milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Kepemilikan itu didalami penyidik melalui Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan, Hilman Lubis.
 
"Penyidik mengonfirmasi keterangan para saksi tersebut terkait dengan dugaan kepemilikan kebun kelapa sawit milik tersangka NHD (Nurhadi)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Kendati begitu, Ali enggan membeberkan apa yang dikulik penyidik dari Hilman. Alasannya untuk menjaga kerahasian proses penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Medan Diperiksa Terkait Kasus Nurhadi
 
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto lewat menantu Nurhadi, Rezky Herbiono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait Peninjauan Kembali (PK) perkara di MA.
 
Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) di MA, juga untuk Permohonan Perwalian.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif