NEWSTICKER
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono/Medcom.id/Cindy
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono/Medcom.id/Cindy

Joko Hartono Alihkan Saham Jiwasraya ke Maxima Integra

Nasional Jiwasraya
Cindy • 07 Februari 2020 00:02
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Tirto diduga bersama-sama dengan tersangka sebelumnya 'mengeruk' uang perusahaan plat merah tersebut.
 
"Penyidik dugaannya menemukan unsur kebersamaan, artinya bersama-sama membantu, dalam tindak pidana korupsi juga bersama-sama" kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono di Komplek Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Hari mengatakan pada 2008, Joko menemui eks Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo dan eks Kepala Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan untuk membahas kondisi keuangan Jiwasraya yang memburuk. Mereka bersiasat menutupi defisit tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan menjual saham-saham yang telah dibeli di PT Maxima Intergra (milik JHT). Bagaimana caranya menjual itu lah yang diduga dilakukan tersangka," ucap Hari.
 
Keterlibatan Joko, kata Hari, mengalihkan saham Jiwasraya ke perusahaan miliknya. Saham tersebut kemudian dilarikan ke platform saham lainnya seperti reksa dana.
 
"Dan itu lah yang diduga melawan hukum," ujar Hari.
 
Joko ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama 20 hari ke depan. Dia dibawa ke rumah tahanan (rutan) Salemba, Jakarta Pusat.
 
Joko disangkakan melanggar Pasal 2 Undang-Undang 31 tahun 1999 sebagaimama diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Kejagung sebelumnya menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Mereka yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan.
 
Kemudian, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif