Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto

MAKI Serahkan Bukti Gratifikasi Jaksa Pinangki ke Kejagung

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Siti Yona Hukmana • 06 Agustus 2020 20:49
Jakarta : Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyambangi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung). Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, memberikan data dugaan gratifikasi jaksa Pinangki Sirna Malasari.
 
"Dalam rangka menambah (bukti gratifikasi). Makanya tadi bertemu tim penyidiknya untuk memastikan data yang belum ada, saya berikan," kata Boyamin di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Bukti yang dimaksud yakni dokumen penerbangan jaksa Pinangki ke Malaysia. Dokumen berisi tiket itu digunakan Pinangki bertemu narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama, berkaitan dengan data penerbangan ke Malaysia, itu saya memasukkan yang data temuan tiket terutama tanggal 12 (November 2019), kalau tanggal 25 (November 2019) sudah ada," ujar Boyamin.
 
Boyamin menduga kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking membiayai pengeluaran jaksa Pinangki selama berada di Malaysia. Meski begitu, MAKI belum mau memerinci total uang yang diterima jaksa Pinangki.
 
"Temuan saya itu adalah diduga oknum jaksa ini justru membiayai tiketnya Anita. Nah dari pengertian itu, itu dugaan gratifikasi karena itu dia dapat yang lebih lagi, wong dia membiayai dan bahwa isu ada uang saya tidak bisa buka nilainya berapa, kira-kira akomodasi hotel segala macam," beber Boyamin.
 
Jaksa Pinangki ramai dibicarakan setelah fotonya bersama Djoko Tjandra beredar. Dia diduga terlibat dalam pelarian buronan kelas kakap tersebut.
 
Baca:Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik ke Penyidikan
 
Kejagung telah memberikan sanksi kepada jaksa Pinangki. Dia dicopot dari jabatannya sebagai kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.
 
Sanksi itu diberikan lantaran jaksa Pinangki terbukti bepergian sembilan kali ke luar negeri tanpa sepengetahuan atasan. Dia diduga bertemu Djoko Tjandra di Malaysia.
 
Jaksa Pinangki masih dalam proses pemeriksaan. MAKI mendesak Kejagung memberhentikan jaksa Pinangki.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif