Jangan Adu KPK dan Polri

Lukman Diah Sari 10 Oktober 2018 15:43 WIB
Buku Merah KPK
<i>Jangan Adu KPK dan Polri</i>
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto--Medcom.id/Lukman Diah Sari
Jakarta: Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto meminta semua pihak menahan diri di tahun politik. Terlebih, soal dugaan perusakan dokumen catatan keuangan impor daging CV Sumber Laut Perkasa (SLP), milik Basuki Hariman tidak terbukti.

"Setelah dicek pun tidak terbukti ada si Ronaldy dan si Harun itu melakukan perobekan. Di CCTV ada CCTV tapi tidak terbukti melakukan perobekan itu ya," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Baca: KPK: Tak Ada Nama Kapolri di BAP Basuki Hariman


Setyo membeberkan, Basuki Hariman menyatakan tidak pernah menyampaikan langsung ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Diakui ada catatan dalam buku, namun catatan yang dimuat bukan aliran dana.

"Dia (Basuki) mengakui menggunakan dana untuk kepentingan sendiri dengan menyebut nama orang-orang," jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya, tak hanya nama Tito yang dibawa. Melainkan juga pejabat Bea Cukai dan lainnya. Sehingga, kata Setyo, dilarang menghukum orang lain tanpa bukti. "Ada asas praduga praduga tak bersalah. Jadi dihormati itu," tegasnya.

Setyo meragukan kebenaran dari media yang mengungkap hal tersebut. Lantaran, belum teruji dan aliran dana, maupun merusak buku merah tidak terbukti.

"Diharapkan semua pihak menahan dirilah, jangan mengadu. Ini di tahun politik, mengadu antar lembaga penegak hukum, khususnya Polri dan KPK," ucapnya.

Selain itu, kata dia, Polri selalu berkoordinasi dengan KPK. Lantaran, banyaknya anggota Polri yang bertugas di KPK.



(YDH)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id