Tim Khusus untuk Novel Dibentuk bila Kapolri Angkat Tangan

Achmad Zulfikar Fazli 04 Desember 2018 13:11 WIB
novel baswedan
Tim Khusus untuk Novel Dibentuk bila Kapolri Angkat Tangan
Penyidik senior KPK Novel Baswedan menunjukkan poster dukungan pembentukan TGPF atas kasus yang menimpa dirinya. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Presiden Joko Widodo belum berencana membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut penyerangan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Jokowi masih memercayakan pengusutan kasus itu kepada polisi.

"Selama Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) belum menyampaikan seperti ini (angkat tangan) ke saya, ya silakan ditanyakan ke Kapolri," kata Jokowi usai menghadiri acara Hakordia 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Dia mengaku sudah mendapatkan laporan perkembangan kasus ini dari Tito. Dalam pengusutan ini, polisi bekerja sama dengan KPK, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ombudsman, dan Komnas HAM.


Sayangnya, Jokowi tak mau mengungkapkan hasil laporan dari Kapolri soal penyelidikan kasus yang sudah lebih dari 600 hari bergulir tersebut. "Ditanyakan langsung ke Kapolri (saja)," ucap dia.

Baca: Jokowi Dituntut Segera Ungkap Kasus Novel Baswedan

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, kedua mata Novel mengalami kerusakan parah bahkan hampir buta. Novel pun harus menjalani operasi di Singapura.
 
Namun, hingga 600 hari kasus itu bergulir, kepolisian belum mampu mengungkap identitas pelaku  ataupun otak di balik penyerangan. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.



(OGI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id