Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Wasit Ditetapkan sebagai Tersangka Pengaturan Skor

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Januari 2019 12:29
Jakarta: Tim Satuan Tugas Antimafia Bola (Satgas) kembali menetapkan tersangka terkait dugaan pengaturan skor pada pertandingan Persibara vs Ps Pasuruan. Penyidik menetapkan seorang wasit bernama Nurul Safarid sebagai tersangka. 

"Yang bersangkatun ditangkap di daerah Garut, Senin kemarin (7 Januari 2019)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam konferesi pers, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Januari 2019.

Dedi menyebut saat pertandingan, Nurul menjadi wasit. Pada pertandingan itu, Persibara menang 2-0 atas Pasuruan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dia mendapat Rp45 juta untuk ikut terlibat dalam pengaturan skor. "Yang bersangkutan menerima uang sebesar Rp45 juta yang diberikan secara bertahap oleh ketiga tersangka yang ditetapkan sebelumnya," beber Dedi Dia mengungkapkan, pertama Nurul mendapat Rp30 juta. Uang diserahkan di Hotel Central. 

(Baca juga: Mbah Putih Terima Rp115 Juta dari Vigit untuk Bantu PS Mojokerto Naik Kasta)

Selanjutnya sesaat sebelum pertandingan, Nurul mendapat Rp10 juta, setelah pertandingan Nurul mendapat Rp5 juta yang dikirim ke rekening pribadinya. Uang diserahkan oleh mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih. 

Dedi menyebut penetapan tersangka pada Nurul berdasarkan keterangan dan pendalaman informasi dari tiga tersangka. Yakni Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng dan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto.  

Dia memastikan tim Satgas Antimafia Bola terus bekerja. Tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lain.  

"Seorang wasit tentu tidak sendiri dalam bekerja dan itu yang saat ini kami dalami," pungkas Dedi.

Akibat perbuatannya, Nurul disangka melanggar Pasal 378 KUHP dan UU Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Pidana Suap. Saat ini Nurul sudah ditahan di Polda Metro Jaya. (Isfan Harun


 


(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi