Advokat Lucas menghadapi sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
Advokat Lucas menghadapi sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez

Lucas Ingin Tuntut KPK Terkait Pemblokiran Rekening

Nasional kasus suap suap di ma
Fachri Audhia Hafiez • 21 Maret 2019 07:10
Jakarta: Advokat Lucas berencana menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemblokiran rekening miliknya. Sebab, majelis hakim telah menyatakan pemblokiran rekening tak ada hubungannya dengan perkara Lucas.
 
"Majelis kan ngomong enggak ada hubungan sama sekali rekening (dalam perkara -red). Selama ini rekening saya diblokir enam bulan, saya akan tuntut ganti rugi yang luar biasa nanti," kata Lucas usai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Menurut Lucas, pemblokiran tersebut berdampak pada usaha miliknya. Selain itu, keluarganya juga merasakan kesulitan pasca rekening miliknya diblokir lembaga antirasuah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keluarga saya dan orang-orang yang ikut dengan saya, semua jadi rusak gara-gara ini. Saya akan mempersoalkan kerugian yang terjadi selama ini," ucap Lucas.
 
Lucas telah berkali-kali meminta pada setiap persidangan, agar KPK mengizinkan membuka rekening pribadinya. Menurut dia, tak ada suap yang mengalir ke rekeningnya.
 
Sebelumnya, Lucas divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp600 juta subsidair enam bulan kurungan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni selama 12 tahun penjara.
 
Lucas dinilai terbukti melakukan tindakan merintangi penyidikan KPK terhadap terpidana kasus suap pada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Eddy Sindoro. Salah satu unsur yang dibacakan, Lucas membuat perlintasan keimigrasian Eddy antar negara menjadi tidak terpantau.
 
Hal itu membuat penyidik KPK tidak mengetahui keberadaan Eddy sejak kasusnya bergulir pada 2016. Selain itu, Lucas dianggap sengaja menyarankan Eddy tak kembali ke Indonesia meski sedang dicari KPK.
 
Hal-hal yang memberatkan hukuman Lucas yaitu tidak mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi dan tidak berterus terang. Sementara hal-hal yang meringankan hukuman, Lucas belum pernah dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga.
 
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menyatakan pikir-pikir untuk banding atas putusan terhadap Lucas. Sementara, kuasa hukum Lucas langsung menyatakan banding.
 
"Saya tahu bahwa ternyata susah cari keadilan di negeri ini. Mudah-mudahan di tingkat pengadilan tinggi atau Mahkamah Agung kita dapat keadilan," ujar Lucas
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif