Direktur PLN Diperiksa KPK
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Direktur PT PLN Wiluyo kembali dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EMS (Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maualani Saragih)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Ini bukan kali pertama Wiluyo diperiksa penyidik. Jauh sebelumnya, dia juga pernah diminta keterangan untuk tersangka lain. Sementara itu, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Divisi Batubara Harlen untuk tersangka yang sama. 


Febri tak menjelaskan detail hal apa yang akan digali penyidik dari kedua saksi itu, khususnya Wiluyo. Kuat dugaan, keterangan keduanya dibutuhkan untuk menguatkan bukti keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir.

Sofyan Basir memang santer disebut sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pembahasan proyek PLTU Riau-I. Dia diduga ikut berperan meloloskan perusahaan BlackGold Natural Resources Limited sebagai konsorsium penggarap proyek PLTURiau-I.

Baca: Pengusaha Batu Bara Mengaku tak Tahu soal Kasus PLTU Riau

Dalam CCTV yang disita KPK dari sejumlah lokasi, Sofyan Basir bersama mantan Menteri Sosial Idrus Marham beberapa kali bertemu dengan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Eni dan Johannes adalah tersangka kasus ini.

Dalam proses pengusutan kasus ini, Sofyan Basir sudah dua kali diperiksa penyidik. Kepada awak media, dia tak menepis informasi kalau dirinya mengenal dekat Idrus dan kedua tersangka tersebut.

KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiga tersangka adalah Eni Maulani Saragih, Johannes Budisutrisno Kotjo, dan teranyar Idrus Marham.




(OGI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id