Fredrich Sempat Mengusir Penyidik KPK dari RS Medika
Terdakwa kasus merintangi penyidikan Fredrich Yunadi - ANT/Muhammad Adimaja.
Jakarta: Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el), Fredrich Yunadi disebut sempat mengusir penyidik KPK dari RS Medika Permata Hijau saat Setya Novanto dirawat pascakecelakaan 16 November 2017 silam. 

Hal itu disampaikan Kompol Rizka Anungnata, penyidik KPK yang menangani perkara korupsi KTP-el dengan terdakwa Setya Novanto saat dihadirkan sebagai saksi di perkara Fredrich. 

"Saya dan tim sempat berulang kali bersitegang dengan suara cukup tinggi sehingga perawat-perawat ini juga merasa melihat kami ini sangat mengganggu," kata Rizka di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 7 Mei 2018. 


Rizka mengaku saat itu diperintahkan oleh atasannya, penyidik senior KPK, Ambarita Damanik untuk tenang dan tak membuat keributan. Ia lantas menjelaskan kepada perawat rumah sakit bahwa tujuan penyidik KPK datang hanya untuk menjalankan tugas. 

"Lalu kami jelaskan tidak bisa, kami harus jaga Setya Novanto. Tetapi Pak Fredrich meminta kami keluar, kami jelaskan alasan yang sama," imbuh Rizka. 

Namun Fredrich tak menyerah. Rizka mengaku Fredrich sempat meminta petugas keamanan untuk mengusir penyidik KPK. 

(Baca juga: Fredrich Ingin Merekayasa Novanto Sakit Jantung)

"Beliau (Fredrich) menyuruh salah satu sekuriti Pak Mansyur, chief security saat itu dia menyampaikan bahwa 'tolong ini disuruh keluar ini karena mengganggu'," kata Rizka meniru Fredrich.  

Rizka mengaku mempunyai bukti perihal keributan antara penyidik KPK dan Fredrich di RS Medika. Semua kegiatan penyidik KPK telah didokumentasikan. 

"Saya sampaikan ini saya siap memperlihatkan (buktinya)," tambah dia. 

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Bekas kuasa hukum Novanto itu diduga memanipulasi data medis kliennya dan mengatur RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017.

Atas perbuatannya, Fredrich dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

(Baca juga: Fredrich Survei RS Permata Hijau Sebelum Novanto Kecelakaan)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id