Penahanan Bekas Kalapas Sukamiskin Diperpanjang

Juven Martua Sitompul 08 Agustus 2018 04:00 WIB
ott kpk
Penahanan Bekas Kalapas Sukamiskin Diperpanjang
Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin Bandung Wahid Husen. Foto: MI/Rommy.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan bekas Kalapas Sukamiskin Wahid Husen (WH) dan ajudannya Hendra Saputra (HND). Masa penahanan keduanya diperpanjang selama 40 hari ke depan.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan 40 hari untuk dua tersangka suap fasilitas Lapas Sukamiskin yakni WH dan HND," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Menurut Febri, perpanjangan penahanan keduanya terhitung sejak 10 Agustus-18 September 2018. Perpanjangan masa penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan.


KPK sebelumnya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keempat tersangka itu yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Baca: Suap Kalapas Sukamiskin Terang-terangan

Wahid diduga telah menerima dua unit mobil yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar serta uang senilai Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian itu diduga imbalan dari Fahmi yang telah mendapatkan fasilitas sel kamar mewah di Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya, Wahid dan stafnya selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Sedangkan, Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.





(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id