Kadiv Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal (kiri) menjawab pertanyaan wartawan seusai upacara sertijab. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Kadiv Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal (kiri) menjawab pertanyaan wartawan seusai upacara sertijab. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Terduga Teroris Incar Momentum Pemilu

Nasional terorisme
Cindy • 17 Mei 2019 07:31
Jakarta: Polri menyebut sembilan terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa berencana memanfaatkan momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Mereka bakal melancarkan aksinya saat pengumuman hasil rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Diduga mereka memanfaatkan momentum pesta demokrasi. Diduga ada beberapa indikasi hal tersebut. Nanti kami akan sampaikan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Menurut dia, terduga teroris JAD Jawa itu juga berniat menyerang aparat kepolisian, terutama kantor polisi. Pasalnya, mereka menganggap Korps Bhayangkara tak sejalan dengan prinsip mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satu sasaran jelas. Mereka kan punya prinsip bahwa siapa pun yang tidak sealiran itu adalah musuh mereka. Polisi jelas sasarannya, kantor-kantor polisi," ucap Iqbal.
 
Polri, kata dia, tengah memeriksa kesembilan terduga teroris dan mengembangkan penangkapan terduga lainnya. Polisi berupaya mencegah aksi mereka agar kondisi tetap kondusif jelang pengumuman Pemilu 2019 hingga perayaan hari raya Idulfitri.
 
"Sebenarnya untuk mengantisipasi terjadinya serangan-serangan teror pada momentum pesta demokrasi, momentum Ramadan, momentum hari raya Idulfitri nanti sehingga seluruh masyarakat dapat melakukan aktivitasnya aman, damai," terang dia.
 
Baca: Kapolda Jateng Minta Warga Waspada Ideologi Khilafah
 
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sembilan terduga teroris jaringan JAD kelompok Jawa. Terduga terosis di tangkap di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
"Di Jawa Tengah ada delapan terduga terorisme dan di Jawa Timur ada satu. Tujuh di antaranya pernah berangkat ke Suriah," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Satu terduga ditangkap di Jawa Timur berkontribusi sebagai koordinator pelatihan JAD Jawa berinisial JP. Sementara itu, delapan terduga teroris lainnya ditangkap di Jawa Tengah, dengan inisial AH alias Memet, A alias David, IH alias Iskandar, AU alias Al, JM alias Jundi alias Diam, AM alias Farel, AS alias Tatang, dan TT alias Darma.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif