Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal (tengah). Foto: M Sholahadhin Azhar/Medcom.id
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal (tengah). Foto: M Sholahadhin Azhar/Medcom.id

442 Perusuh di Bawaslu Jadi Tersangka

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
M Sholahadhin Azhar • 23 Mei 2019 17:24
Jakarta: Kepolisian menangkap ratusan pembuat onar dalam unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebanyak 257 perusuh ditangkap pada 22 Mei 2019.
 
"Dari serangkaian kegiatan kepolisian menghalau dan menangkap (23 Mei dini hari), kami berhasil menangkap 185 orang," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal saat konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Iqbal menyebut para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Total, ada 442 perusuh yang ditangkap dan dijadikan tersangka. Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan. Misalnya di Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Slipi dan Petamburan.
 
Polisi juga mengidentifikasi dua kelompok dari ratusan orang tersangka itu. Sebanyak dua orang berasal dari kelompok Garis yang terafiliasi dengan ISIS. Sementara itu, tiga orang lain juga diidentifikasi dari kelompok perusuh.
 
"Kelompok (kedua) yang ingin memancing kerusuhan. Mereka ingin menciptakan martir dan apabila ada korban. Sehingga terjadi kemarahan publik pada aparat keamanan," ujar Iqbal.
 
Dia membeberkan hasil investigasi terhadap 257 tersangka yang ditangkap pada 22 Mei dini hari. Mereka merupakan bagian dari massa perusuh yang berbeda dengan massa aksi damai.
 
Massa tersebut diidentifikasi memiliki banyak tato di tubuhnya. Sebanyak empat orang dari mereka juga dinyatakan positif narkoba.
 
"Bagaimana mau unjuk rasa kalau mereka narkoba? Kita akan kembangkan, yang lain juga akan diperiksa semua," tegas Iqbal.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif